Sabtu, 13 Oktober 2012

Konsep Dasar Geografi


Konsep Dasar Geografi

10 Konsep dasar geografi 
1. Konsep Lokasi,
 Dibedakan menjadi 2 bagian, yaitu, lokasi absolut dan lokasi relatif. Lokasi absolut, menunjukkan lokasi yang tetap berdasarkan garis lintang dan garis bujur (letak astronomis).
1.   Contoh: Indonesia terletak pada 6º LU - 11º LS dan 95º BT – 141º BT. Lokasi relatif adalah lokasi yang dipengaruhi oleh daerah sekitarnya, sehingga dapat berubah-ubah seiring dengan perubahan keadaan geografinya.
2.   Contohnya daerah Karawang yang dulunya areal pesawahan yang sepi, setelah adanya jalan tol Cikampek-Jakarta lokasi tersebut menjadi pusat perindustrian yang ramai.


2. Konsep Jarak,
Jarak mempunyai arti penting bagi kehidupan manusia baik dari segi sosial, ekonomi, dan yang lainnya. Jarak adalah panjang suatu lintasan dari dua lokasi.
1.   Contoh secara astronomis wilayah Indonesia berada pada 6º LU - 11º LS dan 95º BT – 141º BT. Berdasarkan kosep jarak maka panjang wilayah Indonesia dari utara selatan 555 km dan barat timur adalah 5.106 km. Untuk menghitungnya 11º – 6º = 5 X 111 = 555 141 – 95 = 46 X 111 = 5.106. angka 111 adalah rumus dimana 1º = 60 menit = 111 km. 




3. Konsep Keterjangkauan
Berkaitan dengan kondisi permukaan bumi dan ketersediaan sarana prasarana transportasi atau komunikasi yang dapat dipakai.
1.   Contohnya, sulitnya menyalurkan bantuan kepada penduduk Yahokimo di Papua yang mengalami musibah kelaparan pada bulan Desember 2005 karena tempatnya terisolasi, yaitu berada di daerah pegunungan yang tinggi, melewati hutan dan rintangan medan yang berat serta terbatasnya alat transportasi dan komunikasi juga disertai cuaca buruk. 


4. Konsep pola
Dalam geografi mempelajari susunan, bentuk, dan persebaran fenomena geosfer, baik yang bersifat alami maupun yang bersifat sosial budaya. Hampir setiap fenomena atau gejala geografi memiliki sebaran pada wilayah tertentu.
1.   Contoh permukiman penduduk di sekitar jalur pantura berderet memanjang mengikuti jalan raya. Desa yang memiliki sumber air atau danau pemukiman penduduknya melingkar. 
5. Konsep Morfologi,
 Morfologi berkaitan dengan bentuk permukaan bumi sebagai hasil tenaga endogen dan eksogen yang mengakibatkan terbentuknya berbagai bentuk permukaan bumi. Bentuk morfologi juga berpengaruh terhadap aktifitas penduduk.
1.  Contoh penduduk yang tinggal di daerah pegunungan yang subur sebagian besar bermatapencaharian berkebun dan kemajuan penduduknya lambat, sarana transportasi lebih banyak dilakukan dengan jalan kaki, permukiman penduduknya menggerombol . Diwilayah yang topografinya datar lebih maju karena sarana transportasi lebih memadai dan permukiman penduduk menyebar. 

6. Konsep Aglomerasi,
Aglomerasi merupakan kecenderungan persebaran gejala geografi yang bersifat mengelompok. Pengelompokan ini biasanya dipengaruhi oleh adanya keseragaman atau faktor-faktor umum yang menguntungkan.
1.   Contohnya di daerah perkotaan, biasanya penduduk akan mengelompok berdasarkan keseragaman, seperti adanya daerah pemukiman elit dan daerah pemukiman kumuh. Dilingkungan pedesaan juga terjadi aglomerasi seperti adanya desa Mandisari, Tegalsari, Karangsari yang satu sama lain saling berinteraksi. 
7. Konsep Nilai Kegunaan,
Nilai kegunaan bersifat relatif artinya suatu objek geografi akan mempunyai kegunaan yang berbeda bagi setiap orang atau kelompok penduduk.
1.   Contoh penduduk yang tinggal di daerah pegunungan merasa sulit untuk membeli kebutuhan rumah tangganya, bagi orang kota wilayah pegunungan merupakan tempat wisata yang memiliki udara segar serta jauh dari kebisingan. 
8. Konsep Interaksi Interdependensi,
 Pada dasarnya unsur-unsur alam saling berinteraksi dan berhubungan pada suatu ruang. Konsep ini juga memberi gambaran kepada kita bahwa tidak ada suatu wilayah di permukaan bumi yang terlepas dari wilayah lainnya. rutinitasnya, interaksi dan interdependensi merupakan peristiwa saling mempengaruhi antar berbagai fenomena geosfer.
1.   Contohnya, warga desa akan berinteraksi dengan unsur-unsur keruangannya di pedesaan, diantaranya dalam bentuk mengolah lahan pertanian atau beternak. Begitu juga warga kota akan berinteraksi dengan unsur-unsur keruangan kotanya, diantaranya dalam bentuk mengatur lokasi pabrik, lokasi perkantoran, jalan raya, dan lain-lain. Kemudian terjadi interaksi antara penduduk pedesaan dengan penduduk perkotaan dalam memenuhi masing-masing kebutuhannya. Bahan pangan yang dihasilkan oleh penduduk desa akan dibutuhkan oleh penduduk kota, begitu juga penduduk desa membutuhkan peralatan dan sarana transportasi yang disediakan dari kota untuk pengangkutan barang produk pertanian dari desa ke kota. 
9. Konsep Diferensiasi Area,
 Setiap daerah memiliki perbedaan dengan wilayah lainnya baik kehidupan penduduknya maupun kondisi alamnya. Perbedaan tersebut dapat dilihat dari kebiasaan dan budaya penduduknya, keadaan iklimnya, tanah, perairan, tumbuh-tumbuhan, dan alam lingkungan secara keseluruhan. artinya, diferensiasi area berhubungan dengan perbedaan corak antarwilayah di permukaan bumi, dengan corak tertentu yang dapat dibedakan dengan wilayah lain sebagai region. Dengan adanya diferensiasi area akan mendorong interaksi antartempat dalam bentuk mobilisasi penduduk dan pertukaran barang atau jasa. 

10. Konsep Keterkaitan Keruangan,
Ilmu geografi memandang permasalahan di permukaan bumi dalam konteks yang terintegrasi. Artinya, wilayah menjadi satu kesatuan utuh yang di dalamnya ada unsur manusia, alam, lingkungan, dan interaksi antara keduanya. Keterkaitan keruangan menunjukkan derajat keterkaitan persebaran suatu fenomena dengan fenomena lain di suatu tempat baik yang menyangkut fenomena alam atau sosial.
1.   Contohnya, sebagai orang yang hidup di wilayah Indonesia tentu saja harus memahami keadaan tanah airnya sendiri mulai dari budaya bangsanya atau keadaan alamnya yang subur makmur tetapi selalu terancam oleh letusan gunung api, gempa bumi, dan tsunami.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar